30 September 2013

Promosikan Bisnis dengan YouTube

Apa yang anda pikirkan kalau lihat sepasang designer headphones yang mahal? Bagi seorang pria yang mengenakan jas laboratorium, dia berpikir: “Apa bisa digunakan dalam blender?” Dan inilah cerita dari serial video YouTube “Will It Blend” yang didedikasikan untuk menguji “blendability” dari berbagai produk-produk yang tak terduga, dari tongkat biliar ke berbagai jenis ponsel sampai ke headset khusus untuk permainan video populer – dan semuanya dihancurkan oleh blender!

Dengan lebih dari 227 juta penayangan video (views) dan lebih dari 641.000 pelanggan atau subscribers, Blendtec, perusahaan yang memproduksi “Will It Blend,” berhasil menggunakan seri video YouTube untuk menarik perhatian kepada produknya, sebuah blender premium. Indonesia juga memiliki pelopor pemasaran yang menggunakan video YouTube, yaitu entrepreneur muda Diajeng Lestari. Perusahaannya, HijUp.com, adalah mal online untuk busana muslim yang modern dan ekspresif.

Jadi bagaimana caranya HijUp.com memilih YouTube?

YouTube adalah sebuah platform pemasaran yang memerlukan anggaran rendah tetapi memiliki dampak yang tinggi,” kata Diajeng Lestari, pendiri dan Managing Director HijUp.com. “Kami mulai posting video tutorial hijab di Youtube sejak Agustus 2011.”

Saluran YouTube HijUp menawarkan serangkaian video tutorial bagaimana mengenakan busana hijab dengan kreatif. Saat ini, saluran YouTube HijUp memiliki lebih dari 94 ribu pelanggan dan hamper 12 juta views, membuat saluran ini salah satu yang terpopular di Indonesia. Dan lalu lintas atau traffic internet inilah yang dapat membantu meningkatkan pengenalan merek untuk toko online, HijUp.com. Video-video di HijUp.com mencerminkan filosofi desain di belakang produk mereka: sederhana namun elegan.

“Membuat video sebenarnya tidak sulit. Kami memiliki partner dengan blogger, make-up artis dari sebuah brand make-up halal serta videografer profesional. Dan tentu saja kita mendapatkan banyak masukan dari pemirsa kita tentang kualitas video, suara, dan lain-lain. Feedback inilah yang membantu kami meningkatkan kualitas video,” kata Diajeng. Selain itu, dengan tidak adanya bahasa dalam videonya membuat konten ini ideal bagi pelanggan internasional, sebagaimana terlihat di komentar-komentar bahasa Inggris di YouTube dan situs webnya.

HijUp juga menggunakan berbagai aplikasi dan tool pemasaran online, termasuk Google Analytics untuk membantu melacak jumlah lalu lintas yang masuk ke situs webnya. Berdasarkan Analytics, Diajeng dapat melihat bahwa YouTube bisa berkontribusi sampai 68,31% dari semua pengunjung baru ke HijUp.com.

“Menggunakan Youtube sebagai salah satu platform pemasaran sangat cocok karena web tools seperti ini sangat membantu start-up kami untuk terus berkembang,” tutup Diajeng. Jadi siapa bisnis berikutnya yang akan menggunakan video online secara kreatif untuk mendapatkan pelanggan baru?


No comments:

Post a Comment