25 October 2013

Do Marketing Like Dating

Ketika anda berada di kencan pertama, apakah anda memberitahu teman kencan anda betapa hebatnya anda dan segala hal yang bisa anda lakukan, kemudian memintanya menikah dengan anda? Tentu tidak.

Namun, inilah yang dilakukan kebanyakan bisnis startup dan bisnis kecil dalam materi marketing mereka. Apakah itu brosur, landing page, atau video di YouTube, kebanyakan pemilik bisnis merasakan keharusan untuk memberikan seluruh value preposition yang mereka bisa dalam satu tarikan nafas, lalu seal the deal di akhir.

Hal yang dilupakan entrepreneur di dalam desakan mereka untuk menghasilkan penjualan adalah, the first shot isn’t their only shot. Jika segalanya berjalan lancar pada kencan pertama (dengan brosur, misalnya) kemudian pelanggan akan datang lagi untuk kencan kedua (mungkin pada website atau channel YouTube anda) untuk mencari tahu lebih banyak.

Itulah strategi dan marketing yang bagus – mencari tahu apa yang benar-benar anda perlu katakan untuk membuat kesan pertama yang baik demi menjaga percakapan. Berbicara terlalu banyak tentang diri anda atau mengatakan hal yang salah dapat mengagalkan ‘kencan’ anda.

Jika anda berfikir analogi ini sedikit tidak masuk akal, tontonlah klip dari Groundhog Day dan lihat bagaimana metaforanya terhampar. Pada dasarnya, apa yang Bill Murray lakukan adalah ekuivalen dari customer focus group. Ia mendengarkan. Ia memperhatikan pada like dan dislike. Ia menggabungkan informasi berharga  tentang hidup seseorang hingga ia dapat lebih baik memahami apa yang ia pedulikan, apa yang memotivasinya. Lebih banyak ia mengetahui, lebih banyak kesamaan yang mereka miliki, yang berarti ia akan mampu mengatakan hal yang tepat di waktu yang tepat dan menahan perhatiannya lebih lama.

Tepat seperti itu adalah marketing yang bagus. Menangkap dengan pertanyaan, pickup line atau headline yang cerdas, sedikit humor, dan kemudian bercerita, mengungkapkan kombinasi rincian yang tepat sehingga anda dapat lanjut terlibat lebih lama, mengira-ngira apa yang terjadi selanjutnya.

Tentunya, analogi ini (dan apa yang Bill Murray pelajari selama film) tidak cukup untuk mengatakan apa yang ingin didengar teman kencan anda. Jika anda tidak autentik, jika anda tidak benar-benar mempercayai apa yang anda katakan, atau jika anda tidak benar-benar menyampaikan janji yang anda katakan, the relationship is ultimately doomed.

Marketing yang bagus, seperti kencan yang sukses, adalah porsi yang seimbang dari memberi dan menerima. Mengetahui kapan untuk mengungkap sesuatu tentang diri anda dan menyadari ketika anda telah memasuki area too much information.

Jadi jika suatu hari anda siap untuk membuat video baru, brosur, atau landing page untuk website, ingatlah anda tidak harus mengatakan segalanya sekaligus.

After all, a little mystery can be a good thing.

No comments:

Post a Comment