13 December 2008

Mama, Gigi, dan Aku

Tidak terasa bahwa sudah lebih dari setengah abad gigi-gigi itu menemani mamaku. Dalam pahit, manis, asam, asin, hambar, gurih, keras, lembut, kasar, halus, dan sederetan rasa lain yang datang silih berganti sepanjang hidupnya. OMLG! Ternyata baru kusadari kuketahui semalam bahwa gigi-gigi itu sudah tak lengkap lagi. Para personilnya telah banyak yang tanggal, hingga aku bisa menyaksikan dengan jelas banyak ruang kosong yang terbuka menganga. Ruang kosong yang bernama gusi itu kini telah ditinggalkan oleh sahabat setianya untuk selamanya. Tidak ada lagi barisan putih rapi yang selalu berdiri tegak untuk menahan panas dan dingin yang kerap menerpa. Gusi-gusi itu tampak lunglai menahan senyap dan sepi. Mereka hanya bisa pasrah menyaksikan diri mereka yang sudah tidak bisa bekerja seperti dulu lagi. Tenggelam dalam diam sambil berharap agar gigi-gigi yang lain tetap bertahan menemani mamaku untuk menikmati indahanya dunia.

Sontak diriku kaget melihatnya. Astaga… Entah sudah berapa lama aku tidak memperhatikan gigi mamaku. Gigi yang kerap tersenyum untukku. Gigi yang selalu ada untuk kami. Sejenak aku terhanyut dalam rasa bersalah. Sebagai seorang anak seharusnya aku mengetahui setiap hal yang menimpa mamaku. Seharusnya aku tidak terlalu sibuk dengan pekerjaanku. お母さん, ごめんなさい…

17 comments:

  1. sering kita larut dalam kerjaan
    dan menyesal kemudian
    emaaak aku pulaaang

    ReplyDelete
  2. ya..ya..ya..makanya..jangan ngurusi gugel mlulu..he.he.he.he

    ReplyDelete
  3. wah pakein gigi palsu aja bang, hehe :)

    ReplyDelete
  4. tak ada yang lebih membahagiakan buat seorang ibu selain perhatian meski kecil sekalipun dari anak-anak yang sudah dilahirkannya...
    percaya deh
    salam ^_^

    ReplyDelete
  5. pagi mas..ikut mampir ..n slm knl juga..

    ReplyDelete
  6. Begitulah..
    Yang remeh temeh dari orang yang kita sayang, kadang terlupa, atau malah, sering terlupa???

    ReplyDelete
  7. makasih atas komen & perhatiannya guys!
    much appreciated n_~

    ReplyDelete
  8. wah perhatian juga kamu ma mami kamu....
    tak ada kata terlambat........

    ReplyDelete
  9. hehehe.. berarti emg udah wktNa sadar bin perhatiin mami tersayang tuch ^_^

    ReplyDelete
  10. Kadang kita memang sering melupakan kedua orang tua kita untuk hal-hal yang sepele, saya juga sering begitu, nggak menengok rumah selama berminggu-minggu, sampe di telpon atau disms suruh pulang. Dengan kehadiran kita disamping mereka ternyata itu sudah cukup membahagiakan kedua orangtua kita, ah..jadi pengen pulang.

    ReplyDelete
  11. ae cah ayu, atau cah bagus ya????
    berterima kasihlah kepada TUHUAN karena udah ngasih mama yang terbaik buat kamu..

    ReplyDelete
  12. I heard a lot of interesting things here

    ReplyDelete
  13. Halo boz lama ta bersua...
    Maafkan sodaramu ini ga pernah kesini dikarenakan banyak kegiatan yg ga jelas malah ga kemana-mana...

    ReplyDelete
  14. sangat menyentuh. jadi inget emak di rumah. tapi emakku lebih beruntung karena giginya masih banyak yang utuh.

    ReplyDelete