25 December 2011

Strategi Pemasaran Social-Media Intel

Setiap departemen ataupun divisi di dalam perusahaan bisa dipastikan memiliki strategi khusus. Apakah itu terkait dengan pembelian bahan baku, riset dan pengembangan, pemasaran, penjualan, perawatan properti, ataupun perekrutan karyawan. Edisi kali ini market+ menghadirkan Becky Brown, Director of Social media  Strategy, Intel Corporation. Berikut petikannya.

Sejak kapan Intel menggunakan social media  sebagai strategi marketing?

Kami telah melakukan strategi ini secara konsisten beberapa tahun terakhir. Social media merupakan kesempatan yang bagus bagi kami untuk bisa meningkatkan relevansi brand. Selain bisa berinteraksi dengan para pengguna Intel, kami juga bisa menghibur, mencerahkan, dan memperkaya wawasan mereka melalui social media . Pengguna Intel tidak saja mendapatkan informasi teknologi terkini yang sedang kami kembangkan, tapi juga jawaban seputar permasalahan teknologi yang kerap mereka temui.

Sebagai perusahaan B2B (Business to Business) yang tidak menjual produk langsung kepada pengguna, mengapa Intel menggunakan social media  untuk berinteraksi dengan mereka?

Sebagaimana diketahui, Intel merupakan produk di dalam komputer. Dan model bisnis kami bukanlah penjualan langsung. Oleh karena itu,  kami tidak membuat kampanye untuk meningkatkan penjualan namun mempunyai tugas memberikan pemahaman kepada masyarakat akan manfaat yang bisa didapatkan dari produk Intel. Yang ingin kami sampaikan kepada dunia, bagaimana orang-orang bisa menciptakan keriangan hidup melalui PC (personal computer).

Apakah yang membedakan social media  dengan kampanye lain?

Social media  bukanlah sekedar kampanye biasa. Meski berbasis digital, social media idak bisa disamakan dengan kampanye CPC (Cost Per Clik) atau CPM (Cost Per 1000 Impression). CPC dan CPM merupakan iklan di internet dengan sistem pembayaran per klik. Keduanya dapat meningkatkan traffic ke sebuah situs, bahkan bisa meningkatkan penjualan. Namun dalam bisnis yang berkaitan dengan jumlah pelanggan yang sangat besar, tingginya penjualan bukanlah parameter utama dalam menilai kesuksesan.

Banyak perusahaan berpendapat bahwa social media merupakan alat ampuh untuk meningkatkan penjualan. Bagaimana dengan Intel?

Sungguh kesalahan fatal bila ada yang berpikir demikian. Social media sebenarnya alat untuk menjalin silaturahmi dengan pelanggan, bukan untuk meningkatkan sales. Dengan social media, kami dapat menangkap opini masyarakat tentang produk Intel. Sehingga, kami dapat mengetahui apa yang mereka butuhkan. Untuk menjalankan peran tersebut, kami memiliki tim yang sangat profesional di bidang social media . Mereka mampu mengampanyekan brand secara efektif dan efisien.

Bagaimana kiat Intel dalam berkomunikasi dengan para penggunanya di seluruh dunia?

Kami selalu berusaha untuk bisa lebih dekat, dimanapun mereka berada. Untuk melakukan interaksi dengan pelanggan, kami memiliki blog sejak tahun 2003. Kami juga memiliki halaman Facebook sejak 2007. Tapi tentu saja untuk menjangkau semua pelanggan, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kami membutuhkan waktu cukup lama untuk mendapat formula yang tepat dalam berinteraksi dengan pelanggan. Sampai akhirnya kami menyadari bila pelanggan yang bersifat lokal, social media menjadi sangat tepat dan efektif.

Apakah bersifat lokal serupa dengan beradaptasi?

Meski berada di ranah maya, karakter social media  tidak berbeda dengan apa yang terjadi di dunia nyata. Social media  bersifat personal, sehingga Anda tidak bisa anonim. Karena itu, untuk bisa menjalin interaksi di social media, Anda harus memperkenalkan diri, menyebutkan asal, dan berbincang secara sopan dan relevan. Singkatnya, Anda harus bisa mengenal karakteristik mereka. Untuk itu, pendekatan yang kami lakukan di setiap negara berbeda-beda. Dan khusus di Indonesia, unsur budaya adalah pendekatan yang kami pilih.

Bagaimana bentuk pendekatan social media  yang dilakukan di Indonesia?

Di Indonesia, kami bekerjasama dengan Jogja Hip Hop Foundation dan Batik Fractal. Alasannya adalah kampanye di social media  bukan hanya membuat halaman Facebook atau mengunggah video yang menarik di Youtube, namun juga melakukan komunikasi dua arah kepada para pengguna social media. Komunikasi bisa dilakukan secara langsung melalui komunitas-komunitas yang terdapat di social media  atau juga melalui individu-individu yang menjadi brand ambassador dari suatu komunitas.

Mengapa memilih Indonesia sebagai bagian dari kampanye social media Intel?

Dengan jumlah penduduknya yang besar, Indonesia merupakan salah satu dari lima negara teraktif pengguna social media  di dunia. Bahkan, Indonesia menduduki peringkat ke 2 untuk pengguna Twitter terbanyak. Tak heran bila trending topics sering berasal dari Indonesia. Bila suatu peristiwa penting terjadi di Indonesia, kurang dari 12 jam beritanya sudah menyebar ke Amerika dan Eropa. Dari data tersebut, Indonesia sangat potensial bagi kami.

Apakah saran Anda untuk perusahaan yang ingin berhasil dalam social media ?

Semakin banyak interaksi yang bisa  dilakukan, maka hasilnya akan semakin baik. Yang harus diingat adalah menjaga konsistensinya. Seperti halnya sebuah taman yang indah, Anda harus menyirami dan merawatnya, Semakin besar kebunnya, tentu semakin banyak tukang kebun yang dibutuhkan. Apabila tidak bisa menjalankannya seorang diri, maka Anda harus memberikannya kepada orang lain yang berpengalaman.

Sumber:  marketplus.co.id

No comments:

Post a Comment