Setiap departemen ataupun divisi di dalam perusahaan bisa
dipastikan memiliki strategi khusus. Apakah itu terkait dengan pembelian
bahan baku, riset dan pengembangan, pemasaran, penjualan, perawatan
properti, ataupun perekrutan karyawan. Edisi kali ini market+
menghadirkan Becky Brown, Director of Social media Strategy, Intel
Corporation. Berikut petikannya.
Sejak kapan Intel menggunakan social media sebagai strategi marketing?
Kami telah melakukan strategi ini secara konsisten beberapa tahun terakhir. Social media merupakan kesempatan yang bagus bagi kami untuk bisa meningkatkan relevansi brand.
Selain bisa berinteraksi dengan para pengguna Intel, kami juga bisa
menghibur, mencerahkan, dan memperkaya wawasan mereka melalui social media
. Pengguna Intel tidak saja mendapatkan informasi teknologi terkini
yang sedang kami kembangkan, tapi juga jawaban seputar permasalahan
teknologi yang kerap mereka temui.
Sebagai perusahaan B2B (Business to Business) yang tidak menjual produk langsung kepada pengguna, mengapa Intel menggunakan social media untuk berinteraksi dengan mereka?
Sebagaimana diketahui, Intel merupakan produk di dalam komputer. Dan
model bisnis kami bukanlah penjualan langsung. Oleh karena itu, kami
tidak membuat kampanye untuk meningkatkan penjualan namun mempunyai
tugas memberikan pemahaman kepada masyarakat akan manfaat yang bisa
didapatkan dari produk Intel. Yang ingin kami sampaikan kepada dunia,
bagaimana orang-orang bisa menciptakan keriangan hidup melalui PC (personal computer).
Apakah yang membedakan social media dengan kampanye lain?
Social media bukanlah sekedar kampanye biasa. Meski berbasis digital, social media idak bisa disamakan dengan kampanye CPC (Cost Per Clik) atau CPM (Cost Per 1000 Impression). CPC dan CPM merupakan iklan di internet dengan sistem pembayaran per klik. Keduanya dapat meningkatkan traffic
ke sebuah situs, bahkan bisa meningkatkan penjualan. Namun dalam bisnis
yang berkaitan dengan jumlah pelanggan yang sangat besar, tingginya
penjualan bukanlah parameter utama dalam menilai kesuksesan.
Banyak perusahaan berpendapat bahwa social media merupakan alat ampuh untuk meningkatkan penjualan. Bagaimana dengan Intel?
Sungguh kesalahan fatal bila ada yang berpikir demikian. Social media sebenarnya alat untuk menjalin silaturahmi dengan pelanggan, bukan untuk meningkatkan sales. Dengan social media,
kami dapat menangkap opini masyarakat tentang produk Intel. Sehingga,
kami dapat mengetahui apa yang mereka butuhkan. Untuk menjalankan peran
tersebut, kami memiliki tim yang sangat profesional di bidang social media . Mereka mampu mengampanyekan brand secara efektif dan efisien.
Bagaimana kiat Intel dalam berkomunikasi dengan para penggunanya di seluruh dunia?
Kami selalu berusaha untuk bisa lebih dekat, dimanapun mereka berada.
Untuk melakukan interaksi dengan pelanggan, kami memiliki blog sejak
tahun 2003. Kami juga memiliki halaman Facebook sejak 2007. Tapi tentu
saja untuk menjangkau semua pelanggan, tidak semudah membalikkan telapak
tangan. Kami membutuhkan waktu cukup lama untuk mendapat formula yang
tepat dalam berinteraksi dengan pelanggan. Sampai akhirnya kami
menyadari bila pelanggan yang bersifat lokal, social media menjadi sangat tepat dan efektif.
Apakah bersifat lokal serupa dengan beradaptasi?
Meski berada di ranah maya, karakter social media tidak berbeda dengan apa yang terjadi di dunia nyata. Social media bersifat personal, sehingga Anda tidak bisa anonim. Karena itu, untuk bisa menjalin interaksi di social media,
Anda harus memperkenalkan diri, menyebutkan asal, dan berbincang secara
sopan dan relevan. Singkatnya, Anda harus bisa mengenal karakteristik
mereka. Untuk itu, pendekatan yang kami lakukan di setiap negara
berbeda-beda. Dan khusus di Indonesia, unsur budaya adalah pendekatan
yang kami pilih.
Bagaimana bentuk pendekatan social media yang dilakukan di Indonesia?
Di Indonesia, kami bekerjasama dengan Jogja Hip Hop Foundation dan Batik Fractal. Alasannya adalah kampanye di social media
bukan hanya membuat halaman Facebook atau mengunggah video yang menarik
di Youtube, namun juga melakukan komunikasi dua arah kepada para
pengguna social media. Komunikasi bisa dilakukan secara langsung melalui komunitas-komunitas yang terdapat di social media atau juga melalui individu-individu yang menjadi brand ambassador dari suatu komunitas.
Mengapa memilih Indonesia sebagai bagian dari kampanye social media Intel?
Dengan jumlah penduduknya yang besar, Indonesia merupakan salah satu dari lima negara teraktif pengguna social media di dunia. Bahkan, Indonesia menduduki peringkat ke 2 untuk pengguna Twitter terbanyak. Tak heran bila trending topics
sering berasal dari Indonesia. Bila suatu peristiwa penting terjadi di
Indonesia, kurang dari 12 jam beritanya sudah menyebar ke Amerika dan
Eropa. Dari data tersebut, Indonesia sangat potensial bagi kami.
Apakah saran Anda untuk perusahaan yang ingin berhasil dalam social media ?
Semakin banyak interaksi yang bisa dilakukan, maka hasilnya akan
semakin baik. Yang harus diingat adalah menjaga konsistensinya. Seperti
halnya sebuah taman yang indah, Anda harus menyirami dan merawatnya,
Semakin besar kebunnya, tentu semakin banyak tukang kebun yang
dibutuhkan. Apabila tidak bisa menjalankannya seorang diri, maka Anda
harus memberikannya kepada orang lain yang berpengalaman.
Sumber: marketplus.co.id
No comments:
Post a Comment