........
”Diantara bangsa atas dan bangsa bawah terdapat sebuah organisasi rahasia. Organisasi ini terdiri atas penduduk bangsa bawah yang bekerja dan hidup bersama bangsa atas. Mereka disebut sebagai agen penyelaras. Seperti halnya sebuah sistem ekonomi, dimana ada tiga unsur pelaku; produsen, distributor, dan konsumen, keberadaan agen penyelaras di tengah-tengah bangsa atas sangatlah diperlukan oleh bangsa bawah dalam proses rantai makanan. Mereka bukanlah kanibal melainkan manusia murni yang hidup diantara bangsa atas. Mereka memiliki perilaku, tabiat, sifat, dan karakter yang sama dengan manusia bangsa atas. Mereka tidak memakan bangkai manusia. Mereka juga tidak memiliki gigi-gigi yang tajam seperti halnya manusia bangsa bawah pada umumnya. Dari segi fisik dan profesi, mereka sama persis dengan manusia bangsa atas. Mereka ada yang menjadi pengusaha, atlit, sutradara, politikus, penulis, musisi, aktor, ilmuan, bahkan pemuka agama. Ya, semua agen penyelaras memiliki keyakinan terhadap Tuhan. Mereka beribadah seperti layaknya manusia bangsa atas. Mereka menjadi agen penyelaras bukanlah karena suatu materi, doktrin, ataupun paksaan. Mereka melakukannya dengan penuh kesadaran. Karena mereka percaya bahwa untuk menjaga kedamaian dan ketentraman dunia ini, siklus hidup dan mati manusia haruslah berjalan normal. Semua agen penyelaras merasa bahwa keberadaan mereka memang diperlukan demi mempertahankan keutuhan dan kelangsungan hidup manusia secara keseluruhan. Beberapa agen penyelaras di masa lalu yang cukup dikenal luas adalah Hitler, Mussolini, Pol Pot, dan Jan Pieterzoon Coen. Sementara di abad 21, salah satu yang paling populer adalah George W. Bush.”
“Sebenarnya, bagi agen penyelaras perang hanyalah salah satu cara untuk menjaga keseimbangan populasi manusia disamping melalui penyakit mematikan seperti SARS, anthrax, avian flu, dan malaria. Mereka juga berupaya supaya penyakit berbahaya seperti AIDS tetap tidak ada penyembuhnya. Kenapa? Agar perusahaan kondom milik mereka bisa menyerap banyak tenaga kerja. Dengan tingginya produksi kondom, maka secara tidak langsung perkebunan getah karet milik mereka yang kini mulai tersingkir oleh perkebunan tembakau dan cengkeh milik kaum illuminati juga akan terselamatkan. Perseteruan dalam bisnis ini memang sudah terjadi sejak lama diantara keduanya. Baik dari segi intelegensi maupun teknologi, keduanya sama-sama berupaya untuk menjadi yang terdepan. Meski memiliki visi yang sama dalam menjaga sistem rotasi regenerasi umat manusia, kesepakatan untuk saling bekerjasama tidak pernah terjadi diantara mereka. Itu terjadi karena mereka memiliki prinsip dasar yang berbeda; agen penyelaras bertujuan untuk mengurangi sedangkan kaum illuminati bertujuan untuk menambah. Hidup manusia akan terus berkembang bila jumlah manusia di bumi ini terus bertambah, itulah keyakinan kuat yang dimiliki oleh kaum illuminati. Oleh sebab itu, industri pornografi, baik yang terselubung maupun terang-terangan masih tetap eksis hingga kini; dan negara-negara berkembang adalah salah satu lahan subur yang menjadi sasaran mereka. Di negara-negara tersebut ajaran-ajaran discordia milik mereka ditancapkan erat-erat ke dalam setiap benak anggota masyarakat. Istilah-istilah modern seperti seks education, nude is art, make love not war, hingga istilah klasik seperti banyak anak banyak rejeki merupakan beberapa istilah yang paling santer terdengar. Kuatnya ajaran ini bahkan telah mempengaruhi banyak kepala negara di negara-negara berkembang untuk tidak menempatkan masalah populasi penduduk sebagai prioritas utama. Tidak heran bahwa kampanye global yang disebut sebagai MDG tidak pernah mengusung pentingnya membatasi jumlah kepadatan penduduk. Ambiguitas, itulah ciri yang paling mudah dikenali dari kaum illuminati. Seperti halnya sebuah idiom yang menyebutkan bahwa uang bukanlah segalanya tetapi segalanya butuh uang, kaum illuminati selalu berusaha untuk membuat warga dunia merasa resah dan bimbang.”
Kring… kring… kring.... kring… Jam istirahat berbunyi. Mata pelajaran sejarah selama satu setengah jam itu akhirnya selesai. Seketika, monitor LCD di dalam ruangan kelas siang itupun padam. Pintu kelas terbuka secara otomatis dan para siswapun berhamburan keluar. Tidak terkecuali Ktroz, ia segera merapikan mejanya dan berlari meninggalkan kelas menuju perpustakaan.
”Diantara bangsa atas dan bangsa bawah terdapat sebuah organisasi rahasia. Organisasi ini terdiri atas penduduk bangsa bawah yang bekerja dan hidup bersama bangsa atas. Mereka disebut sebagai agen penyelaras. Seperti halnya sebuah sistem ekonomi, dimana ada tiga unsur pelaku; produsen, distributor, dan konsumen, keberadaan agen penyelaras di tengah-tengah bangsa atas sangatlah diperlukan oleh bangsa bawah dalam proses rantai makanan. Mereka bukanlah kanibal melainkan manusia murni yang hidup diantara bangsa atas. Mereka memiliki perilaku, tabiat, sifat, dan karakter yang sama dengan manusia bangsa atas. Mereka tidak memakan bangkai manusia. Mereka juga tidak memiliki gigi-gigi yang tajam seperti halnya manusia bangsa bawah pada umumnya. Dari segi fisik dan profesi, mereka sama persis dengan manusia bangsa atas. Mereka ada yang menjadi pengusaha, atlit, sutradara, politikus, penulis, musisi, aktor, ilmuan, bahkan pemuka agama. Ya, semua agen penyelaras memiliki keyakinan terhadap Tuhan. Mereka beribadah seperti layaknya manusia bangsa atas. Mereka menjadi agen penyelaras bukanlah karena suatu materi, doktrin, ataupun paksaan. Mereka melakukannya dengan penuh kesadaran. Karena mereka percaya bahwa untuk menjaga kedamaian dan ketentraman dunia ini, siklus hidup dan mati manusia haruslah berjalan normal. Semua agen penyelaras merasa bahwa keberadaan mereka memang diperlukan demi mempertahankan keutuhan dan kelangsungan hidup manusia secara keseluruhan. Beberapa agen penyelaras di masa lalu yang cukup dikenal luas adalah Hitler, Mussolini, Pol Pot, dan Jan Pieterzoon Coen. Sementara di abad 21, salah satu yang paling populer adalah George W. Bush.”
“Sebenarnya, bagi agen penyelaras perang hanyalah salah satu cara untuk menjaga keseimbangan populasi manusia disamping melalui penyakit mematikan seperti SARS, anthrax, avian flu, dan malaria. Mereka juga berupaya supaya penyakit berbahaya seperti AIDS tetap tidak ada penyembuhnya. Kenapa? Agar perusahaan kondom milik mereka bisa menyerap banyak tenaga kerja. Dengan tingginya produksi kondom, maka secara tidak langsung perkebunan getah karet milik mereka yang kini mulai tersingkir oleh perkebunan tembakau dan cengkeh milik kaum illuminati juga akan terselamatkan. Perseteruan dalam bisnis ini memang sudah terjadi sejak lama diantara keduanya. Baik dari segi intelegensi maupun teknologi, keduanya sama-sama berupaya untuk menjadi yang terdepan. Meski memiliki visi yang sama dalam menjaga sistem rotasi regenerasi umat manusia, kesepakatan untuk saling bekerjasama tidak pernah terjadi diantara mereka. Itu terjadi karena mereka memiliki prinsip dasar yang berbeda; agen penyelaras bertujuan untuk mengurangi sedangkan kaum illuminati bertujuan untuk menambah. Hidup manusia akan terus berkembang bila jumlah manusia di bumi ini terus bertambah, itulah keyakinan kuat yang dimiliki oleh kaum illuminati. Oleh sebab itu, industri pornografi, baik yang terselubung maupun terang-terangan masih tetap eksis hingga kini; dan negara-negara berkembang adalah salah satu lahan subur yang menjadi sasaran mereka. Di negara-negara tersebut ajaran-ajaran discordia milik mereka ditancapkan erat-erat ke dalam setiap benak anggota masyarakat. Istilah-istilah modern seperti seks education, nude is art, make love not war, hingga istilah klasik seperti banyak anak banyak rejeki merupakan beberapa istilah yang paling santer terdengar. Kuatnya ajaran ini bahkan telah mempengaruhi banyak kepala negara di negara-negara berkembang untuk tidak menempatkan masalah populasi penduduk sebagai prioritas utama. Tidak heran bahwa kampanye global yang disebut sebagai MDG tidak pernah mengusung pentingnya membatasi jumlah kepadatan penduduk. Ambiguitas, itulah ciri yang paling mudah dikenali dari kaum illuminati. Seperti halnya sebuah idiom yang menyebutkan bahwa uang bukanlah segalanya tetapi segalanya butuh uang, kaum illuminati selalu berusaha untuk membuat warga dunia merasa resah dan bimbang.”
Kring… kring… kring.... kring… Jam istirahat berbunyi. Mata pelajaran sejarah selama satu setengah jam itu akhirnya selesai. Seketika, monitor LCD di dalam ruangan kelas siang itupun padam. Pintu kelas terbuka secara otomatis dan para siswapun berhamburan keluar. Tidak terkecuali Ktroz, ia segera merapikan mejanya dan berlari meninggalkan kelas menuju perpustakaan.
Berarti kutu buku dong..
ReplyDeleteto ebleh 182:
ReplyDeleteIt seems that you ain't read the whole story ^^! Dude, read carefully then give comment...
alow bro...
ReplyDeleteBoleh saran gak??? Kalo boleh, shout di blogQ
haha, capek juga sih kadang menghadapi 'kepercayaan' yang terlanjur mengakar begitu
ReplyDeleteidenya cool banget nih mas klo nulis cerita...
ReplyDeletewawwww keren banget postingannya...
ReplyDeleteserasa lageh ngejalanin kuliah yg membahas tentang effect of human to the world thats looks doesnt care about the future and social life gethoo yak...
hmmm nice... anyway bung ini Dosen keknya yak?
surely i just little bit still confused about the story... hehehe maklumlah bung gw ini anak kuliahan yg pemalas... :P
nice post... great.. wonderful... i'm very excited
ReplyDeleteantiwar...campaign...
ReplyDeletewaduh ke sembilan neh....
ReplyDeletepostingannya cute aja deh..
^_^
untuk cerita senja, ich bin schon, the amstrong, thegands, melandri, dan firman, saya ucapkan terima kasih atas komentarnya ^^! so much appreciated.
ReplyDeletehaloo.. hope that your thought will come true. have a wonderfull daydreams :D
ReplyDeletemakasih dah mmpir ke blog aq ya bang ^___^
Cool... I'm waiting for the next part of your story....
ReplyDelete