Yawda ik, sabar aja. Kalo udh rejeki gak kemana kok. Daripada pusing, mending ikut aku bikin proposal ”tHe 64RdeN of HoPe” tahun ini. Frankly speaking, persisnya sih aku gak tahu kapan, tetapi yang pasti ini adalah salah satu ide untuk menyejukkan kota Denpasar yang makin panas. Oke, singkatnya begini... Banyak tempat di kota ini yg kosong alias tidak dimanfaatkan dengan baik. Beberapa tempat tersebut mayoritas adalah bekas (runtuhan) bangunan yang sudah tidak terpakai. Sering-seringnya sih di depannya ditongkrongin sama tulisan ”land for lease” atau ”land for sale” yang dipasang oleh perusahaan2 property milik negara asing. Nah, daripada membiarkannya terbengkalai, bagaimana bila kita mengusulkan pada Pemda untuk membelinya dan membuatnya menjadi taman kota yang cantik, sejuk, dan asri. Well, mungkin pertanyaan pertama yg bakal mereka sodorin ke kita adalah apa keuntungan yg bisa mereka dapatkan darinya. Gampang, selain keindahan kota, mereka bisa mendapatkan materi dari penjualan bibit tanaman dan penyewaan tempat bagi perusahaan2 ternama untuk memasang banner mereka di taman tersebut. Pemasangan banner ini bertujuan untuk menunjukkan kepedulian mereka pada pelestarian lingkungan hidup. Banner ini bukanlah seperti banner2 pada umumnya, melainkan bendera kecil yang diletakkan (ditancapkan) pada pot tanaman yang mereka adopsi. Nah bila mulai tumbuh agak besar, tanaman yang mereka adopsi tersebut nantinya akan ditanam pada hutan-hutan di pedalaman Bali, dan sebagian lagi ditanam di sepanjang jalur protokol. Setiap bulannya mereka bisa mengupdate kondisi tanaman mereka ini melalui video streaming atau laporan email. Atas usaha partisipasinya ini, perusahaan2 tersebut akan mendapatkan label sebagai eco-care company. Selain mendapatkan materi dari hasil penjualan buah, tanaman dan penyewaan lahan untuk media promosi, taman ini nantinya juga bisa berfungsi sebagai warnet yang memiliki fasilitas wifi. Jadi selain menawarkan kesejukan, taman ini juga memberikan kemudahan bagi warga kota untuk mengakses informasi dari dunia maya. Sementara untuk pengelolaan, taman ini nantinya akan mendapat donasi dari NGO2 dunia seperti Oxfam, WWF, UNESCO, dll. Tanpa panjang lebar, bagi siapapun yang berminat untuk membantu, anda bisa menghubungi saya via email di koekoehgesang@yahoo.com. Sekian, terima kasih.
sudah seharusnya pemerintah daerah sadar akan potensi daerahnya..
ReplyDeletetidak perlu menunggu sebuah proposal dengan iming-iming tertentu untuk membuat pemda baru bergerak..
bali dan jogja merupakan tempat yang sangat potensial.. untuk menunjukkan ke dunia luar tentang apa itu indonesia..
bukankah seharusnya..
pemda memberikan penghargaan kepada orang-orang yang perduli akan lingkungannya..
termasuk anda..
untuk sesuatu yang lebih bak..
pemikiran yang sangat bagus
ReplyDeletejarang ada orang yang mempunyai pemikirang yang sepintar anda,
tapi alangkah disayangkan pemerintah daerah kita sekarang yang masih memikirkan keuntungan secara metriil tanpa berpikir keuntungan secara in materiil
salut buat kukuh
lanjutkan perjuangan
kami orang orang yang peduli lingkungan pasti mendukung anda