Bagi warga Jawa Timur yang belum pernah ke Dufan, jangan khawatir. Di kota Malang, tepatnya di daerah Batu terdapat amusement park yang mirip dengan Dufan di Jakarta. Namanya Jatim Park, alias singkatan dari Jawa Timur Park. Disini terdapat berbagai wahana bermain yang lumayan ampuh untuk membuat orang berdag-dig-dug. Sebut saja satu diantaranya, Rumah Hantu! Hhm, entah kenapa wahana ini yang paling disesaki pengunjung, sampai-sampai menimbulkan antrian berkepanjangan. Fiuh, apakah ini karena karekter mayoritas masyarakat kita yang doyan dengan hal-hal klenik ya? Ah entahlah, yang pasti, bagi anda yang memang mengkhususkan datang hanya untuk bermain, saya sarankan agar anda tidak mempedulikan berbagai macam diorama yang banyak terdapat di bagian depan tempat rekreasi baru ini. Tetapi, untuk mereka yang memang memiliki waktu lebih dan tenaga ekstra untuk berjalan-jalan dari pagi hingga sore hari, yah tidak ada salahnya untuk memperhatikan setiap diorama yang ada. Diorama-diorama ini terhitung cukup baik kok untuk menambah wawasan anda. Nah buat anda yang hobi belanja, Jatim Park juga merupakan tempat yang tepat untuk mendapatkan berbagai souvenir seperti kalung, gelang, cincin, batik, tas, sepatu, ikat pinggang, tanaman hias. dan lain-lain. Oh iya, buat yang ingin membawakan oleh-oleh khas Malang kepada keluarga tercinta, disini juga tersedia berbagai kios yang menjual beraneka macam kripik, seperti kripik tempe, kripik ubi, kripik nangka, kripik belimbing, bahkan kripik nanas dan kripik semangka. Eits tunggu dulu! Untuk bisa memborong lebih, sebaiknya anda jangan membelinya di dalam area; melainkan di dekat pintu keluar. Yup, betul sekali! Disini harganya lebih miring dan bisa ditawar. Well, untuk empat lembar uang sepuluh ribu rupiah per orang per tiket… Dufan versi Jawa Timur ini bisa dibilang lebih dari sekedar a worth visit!
Aniway, by the way, busway (urgh, kenapa juga saya musti pake istilah ini), beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 20 Juli 2008, saya telah menyempatkan diri untuk mampir ke tempat ini sebelum pulang ke Bali. Saya kesana bersama calon istri, calon kakak ipar, dan dua calon keponakan yang lucu-lucu. Kesannya? Hhm… sungguh menyenangkan! Bukan saja dengan apa yang ada disana, tetapi juga terkesan dengan perjalanan menuju dan pulang dari tempat tersebut. Bagaimana tidak, saya tiba-tiba harus menjadi seorang driver yang serba bisa. Kalo boleh jujur, mengendarai mobil lawas seperti Susuki Carry ’83 yang saya kendarai waktu itu merupakan one of the hardest things in my life. Bukan karena mobilnya, tapi karena kebiasaan buruk saya yang suka kagok setiap mengendarai mobil milik orang lain. Secara mobil tersebut punya suaminya kakak calon istri saya, dan kebetulan juga sistem kendalinya sangat keras karena belum power-steering. Jadi, ya agak-agak H2C gitu deh ^^! Apalagi yang ada di dalamnya… Saya harus memastikan mereka semua aman dan selamat sampai di rumah! Buat saya, ini adalah salah satu pengalaman unik yang pernah saya alami.
Sekarang ada saingannya tuh, "Wisata Bahari Lamongan" yang konon make alat-alat/wahan bekas pakai Dufan. Hehehehehe...
ReplyDeleteURL-nya ada ngga?
ReplyDeleteWah mantap pikniknya, apalagi sama calon lagi,Tks atas kunjungan ke blogku Salam
ReplyDeletejng cuma calon cepet jadiin... undang2 ya..
ReplyDeletehuhuyyy jalan jalan bareng calon istri dan rombongannya euy... hayok klo merdi diundang yawa... :D
ReplyDeletehmmm emang malang udah jadi kota kripik yaw? bukannya malang itu kota apple? hehehe...
Makasih banyak buat teman2 semua atas komennya... Mohon doa restunya ya... Moga2 kami bisa cepet nikah ^^!
ReplyDeletekayanya asyik untuk dikunjungi ya?
ReplyDeletekamu make kacamata juga yah, sama dunk :)
ReplyDeletekamu udh minus berapa, kl aku minusnya udh tinggi banget