28 July 2008

seorangkanibalyanginginmenjadipenyair - part.2

“Ktroz! Ktroz! Tunggu! Kenapa terburu-buru?” tanya Daxpg. “Hey, aku mencarimu kemana-mana, bro!” sambungnya. “Ada apa?” tanya Ktroz. “Oh, aku hanya ingin mengucapkan terima kasih atas hadiah ulang tahun yang telah kau beri. Karena terlalu riuh, waktu itu aku lupa untuk mengucapkannya padamu. Lagipula, kenapa kemarin kau pulang tanpa pamit? Well, aku tahu kau tidak terlalu suka dengan keramaian pesta, dan aku juga tahu kau mungkin bosan dengan permainan Yombz dan kawan-kawan yang itu-itu saja. Anyway, thanks atas hadiahnya!” jawab Daxpg. “Bagaimana kau tahu kalau itu dariku?” tanya Ktroz. “Hey, kita sudah berteman sejak kecil, jadi wajar saja kalau aku tahu persis sifat-sifatmu. Aku tidak akan pernah lupa dengan kebiasaanmu menuliskan inisial KX di setiap sampul kado yang kau berikan,” jawabnya. “Kau menyukainya?” tanya Ktroz. “Ya, kenapa tidak?! Itu buku cerita yang bagus! Dimana kau membelinya?” timpal Daxpg. “Aku tidak membelinya. Itu buatanku sendiri. Aku menulisnya sejak dua bulan yang lalu,” jawabnya. “Oh ya?! Wow! You’re awesome dude! Kau tahu? Daripada menyimpannya sendiri, menurutku akan lebih baik jika kau mempublikasikannya. Kau tahu? Kau bisa menjualnya pada produser film seperti Mira Lesmana atau Rudi Sudjarwo! Atau menjualnya di e-bay dalam format e-book!” jawab Daxpg. “Huh, yang benar saja?!” timpal Ktroz. “Kenapa tidak?! Lihat saja Rdxesz; ia berhasil menjadi seorang miliuner sejak menjual karyanya yang berjudul Jimmy Potter Si Penyihir kepada seorang penulis dari bangsa atas yang bernama J.K Rowling,” jawab Daxpg. “Maksudmu Harry Potter?” sangkal Ktroz. “Hey, itu dulu. Namanya kini sudah diubah menjadi Harry Potter! Yah, kau tahu sendiri, untuk mempopulerkan sesuatu, adakalanya kita harus merubah sebuah nama supaya ‘eye catchy’ alias mudah diingat. Lagipula, nama Jimmy itu bukan nama Inggris tetapi Amerika!” timpal Dazpg dengan percaya diri. “Ah aku tidak tertarik! Aku lebih suka menulis syair ketimbang menulis buku! Buku-buku tidak bisa menenangkan hati dan pikiranku. Hanya puisi, pantun, dan soneta yang manjur buatku. Lagipula, aku tidak suka menjual kepalsuan!” timpal Ktroz.

“Hey, tenang sobat! Aku tidak menyuruhmu untuk menjual kepalsuan. Aku hanya menyarankan padamu untuk memaksimalkan bakat yang kau miliki. Lagipula sebuah cerita fiksi bukanlah sebuah kepalsuan! Itu adalah sebuah karya seni yang dihasilkan dengan merangkai benang angan yang kemudian dipintal menjadi sehelai kain cerita. Yah, terlepas apakah cerita itu bisa menghibur atau tidak, at least kau bisa menghasilkan uang dengan hobi menulismu itu. Hehehe…“ jawab Daxpg. “Ah, tidak! Pokoknya aku tidak tertarik untuk menjadi penulis buku! Baik itu fiksi ataupun nonfiksi!” sangkal Ktroz. “Hhm, baiklah kalau begitu. Bila kau tidak tertarik dengan cerita fiksi atau nonfiksi, bagaimana dengan menjadi seorang penulis buku motivasi,” tawar Daxpg. “Buku motivasi? Apa itu?” tanya Ktroz. “Well, bangsa atas, terutama mereka yang berpendidikan tinggi, paling gemar membaca buku. Meskipun buku-buku itu berisi tulisan-tulisan ‘bullshit’ dan gak penting, buku-buku itu tetap saja laris manis hingga ribuan exemplar. Sebut saja TDW, XYZ, ABC, dan sederetan penulis bangsa atas lainnya, mereka adalah para best seller author,” jawab Daxpg dengan percaya diri. “Jadi menurutmu, aku harus ber-bulshit ria pada semua orang! Begitu?!” tanyanya dengan kesal. “Hohoho… sabar sobat! Bukan pada bangsa kita, tapi pada mereka diatas sana,” jawab Daxpg. “Kenapa hanya pada bangsa atas? Kenapa aku tidak boleh menulisnya untuk bangsa kita? Aku tidak mengerti!” timpal Ktroz. “Bro, jangan marah ya... Aku hanya ingin bilang, bahwa memotivasi orang itu bagus, tapi bila itu bertujuan untuk mengajak orang agar berpikiran dan berperilaku sama denganmu, itu sama saja dengan silent denial,” jawab Daxpg.

“Maksudmu?” tanya Ktroz dengan heran. “Maksudku, setiap orang itu dilahirkan unik, mereka mempunyai sifat, temperamen, dan karakter berbeda-beda yang tidak mungkin untuk diseragamkan. Dan ini sudah merupakan sebuah sistem yang tidak akan pernah bisa diubah sampai kapanpun. Makanya, sebuah buku mungkin akan manjur bagi kalangan tertentu, tapi mungkin tidak bagi yang lain. Aku bukannya bermaksud untuk tidak mempercayaimu, tapi, buku motivasi yang nantinya akan kau tulis itu aku rasa tidak akan berhasil pada bangsa kita yang merupakan bangsa yang mengedepankan rasionalitas. Beda dengan bangsa atas… Meski mereka selalu mengelu-elukan hati nurani, tingkah polah yang mereka miliki hingga milenium ketiga ini tidak pernah sedikitpun berubah. Walaupun bukan kanibal, mereka gemar ‘memakan’ hak orang lain. Mereka gemar menipu dan memperalat saudara mereka sendiri. Nah, maka dari itu, aku rasa bukumu hanya bisa laku terjual bagi bangsa atas. Ya karena itu tadi, mereka memang pada dasarnya suka di’bullshit’in. Alias gemar menerima wejangan-wejangan palsu,” jawab Daxpg dengan penuh semangat.

“Hhm, jadi begitu… Untunglah aku bertemu denganmu. Penjelasanmu ini membuatku semakin mantab untuk menjadi seorang penyair. Aku berjanji untuk tidak menulis buku motivasi seperti yang telah kau jelaskan itu. Aku akan meneruskan untuk membuat puisi, pantun, dan soneta. Tidak buat bangsaku, tapi untuk mereka diatas sana!” jawab Ktroz. “Menjadi penyair? Apa kau bercanda?! Hey, kalau untuk yang satu ini, aku tidak bisa terima. Ini tidak masuk akal!” tegas Daxpg. “Kenapa tidak?! Aku akan ubah manusia bangsa atas dengan karya-karyaku! Aku akan tampil sebagai nabi dan membuat agama baru! Dan bila mungkin, aku juga akan ubah kau, teman-teman, keluargaku, dan seluruh penduduk bangsa bawah yang lain. Lihat saja!” tantang Ktroz. Dengan cepat, dikenakannya helm AGV barunya, diraihnya kunci motor dari dalam jaket, dinyalakannya mesin Bandit 1200cc dihadapannya, dan Brroooom… iapun sontak pergi menghilang, melesat dalam gelap. “Damn! Seharusnya aku tidak mengatakan hal itu padanya,” gumam Daxpg dalam hati.

4 comments:

  1. ceritanya okeh jg..
    oya.. kemarin aku udh ketemu ama ibu Enny. Udh aku sampein kebapakku..
    tapi jg ia jg titip salam buat bapakmu, Katanya"kapan bapakmu mo ngajak jalan dia lagi"?

    ReplyDelete
  2. Hohoho... rupanya dikau blm tahu ya, bu Enny itu kan adik sepupunya Bapakku ^^! Oke deh ntar salamnya aku sampein ke beliau. Eh tapi jangan bilang siapa2 ya, bu Enny kan dulu sempet pacaran sama bapakmu lho...

    ReplyDelete
  3. Boleh juga ceritanya...
    Tersurat beberapa pelajaran di dalamnya.
    Masih ada lanjutannya?

    ReplyDelete
  4. Nice and meaningful writing!

    I personally agree with your comment about all of those bullshit over the 'motivator' book as we all human being we have our inner strength but some people do find it quicker the the other :-)

    My great motivators are my two childrens and my family :-)

    Good luck bro !!

    ReplyDelete