10 November 2013

Perlukah Membuat Business Plan?

Berikut summary sepuluh prinsip dari buku Beyond the Business Plan oleh Simon Bridge dan Cecilia Hegarty, yang mungkin akan meyakinkan anda bahwa anda tidak membutuhkan business plan sama sekali, atau setidaknya, akan membantu anda menulisnya di kemudian hari:

1. A new venture is a means, not an end. Pencapaian sebuah usaha baru anda diperuntukkan mencapai goals, seperti memberikan hidup yang lebih baik untuk banyak orang, atau menikmati keuntungan dari teknologi yang anda temukan. Dalam konteks, bisa merupakan social enterprise, atau bahkan sebuah hobi, dalam kasus dimana sebuah business plan mungkin tidak begitu bermanfaat.

2. Jangan memulai dengan mengerjakan lebih dari yang anda relakan. Usaha baru biasanya bersifat exploratory dan beresiko, jadi jangan biarkan proses business plan apapun memaksa anda untuk mengerjakan lebih dari yang anda relakan, apabila eksplorasi anda gagal. Mulailah dengan effectual approach, yang mengevaluasi risk tolerance, dan hasil akhir yang lebih terjangkau.

3. Pilihlah bidang dimana anda memiliki pengalaman dan keahlian. Jangan menjebak diri anda dengan memulai sesuatu yang mengharuskan anda untuk membangun atau mempelajari pengetahuan, skill, dan koneksi dari nol. Tiada business plan yang dapat menyelamatkan anda jika anda hanya asal-asalan mengambil ide atau meniru orang lain, hanya karena ceritanya  menarik.

4. Milikilah reality checks dan perencanaan yang pantas. Sebelum sebuah business plan memiliki validitas, beberapa pekerjaan membutuhkan validasi bahwa teknologi anda berfungsi, adanya pasar yang nyata, dan asumsi biaya dan harga anda masuk akal. Jangan benar-benar diarahkan oleh passion anda, antusiasme emosional dari rekan, atau bahkan riset pihak ketiga.

5. Satu-satunya test yang dapat dipercaya adalah satu yang nyata. Teknik market research untuk mencoba memprediksi respon pasar akan usaha baru dapat sangat mahal dan seringkali tidak terpercaya. Testing yang sebenarnya adalah asumsi di balik approach. Itulah yang juga dilakukan para explorer – mereka pergi dan melihat, tidak hanya mencoba untuk memprediksi dari jauh apa yang akan mereka temukan.

6. Mulailah dan ciptakan momentum. Terlalu banyak keraguan akan menghancurkan usaha, karena pasar bergerak cepat dan kesulitan menggunung. Memulai dapat membantu menciptakan sense of accomplishment, yang dapat membawa startup anda mengarungi banyak rintangan. Early perseverance pays off.

7. Menerima ketidakpastian. Anda tidak akan pernah bisa menghilangkan ketidakpastian, jadi terimalah, dan rencanakan aktivitas anda dengan incremental fashion. Seringkali, sebuah business plan dilihat sebagai mekanisme untuk mengeliminasi ketidakpastian, menenangkan pemiliknya ke dalam kepuasan. Eliminasi major uncertainties sebelum perencanaan dan perbaharui perencanaan seiring anda mempelajarinya.

8. Carilah opportunity baru. Banyak opportunity berguna hadir baik dari apa yang anda lakukan terdahulu, atau hanya terungkap ketika anda telah memulai. Jadi bukalah mata anda dan respon pada pelanggan, pasar, dan partnership baru.

9. Ciptakan dan gunakan social capital. Social capital terdiri dari orang dan koneksi. Tiada entrepreneur yang dapat bertahan tanpanya. Social capital sama pentingnya dengan financial capital. Sama halnya dengan modal, anda dapat menggunakannya hanya sebanyak yang telah anda miliki. Jika anda tidak memilikinya, tiada business plan yang akan memberikan anda financial capital yang dibutuhkan.

10. Miliki skills yang relevan. Tiga skill sets dasar dibutuhkan untuk kesuksesan setiap usaha. Yaitu financial management, production capabilities dan marketing and sales. Jika anda tidak memilikinya, segera pelajari atau temukan seseorang untuk menjadi rekan, sebelum anda berupaya pada business plan.

A business plan is a valuable exercise. Anda perlu melakukannya sendiri untuk memastikan anda memahami segala elemen dari plan dan memfasilitasi komunikasi hal-hal spesifik pada tim dan investor.

Pada intinya, membuat plan yang lengkap dan kredibel adalah final test dari ujian apakah bisnis anda akan memiliki langkah kedepannya. Namun gaya hidup entrepreneur adalah tentang melakukan apa yang anda senangi tanpa terlibat stress, ketidakpastian, dan resiko. Are you having fun in your venture yet?


No comments:

Post a Comment