02 December 2008

Ribut Kemelut Absurd

Saya adalah orang tak pandai berkata-kata. Sungguh, saya sering kehilangan ide untuk memulai bercerita atau menulis terutama dengan orang yang baru saya kenal. Apakah saya termasuk tipe orang yg introvert? Ah entahlah… Jujur saya katakan bahwa saya sebenarnya kurang suka bila harus terjebak (atau dipakasa merasa begitu) dengan adanya deskripsi dari sifat diam saya dalam memulai sebuah pembicaraan. Saya tidak tahu apakah ini semua ada hubungannya dengan masalah genetik atau hanya faktor kebiasaan. Yup, terbiasa untuk mendengar sebelum memulai berbicara. Menangkap semua suara-suara yang dihasilkan oleh pikiran-pikiran mereka, yang dibombardir keluar untuk kemudian ditangkap oleh kedua daun telinga bebal saya. Tapi apapun itu, apa yang saya dengar untunglah masih yang bisa saya terima dan saya pahami. Bukan sekedar mendengar kemudian diacuhkan bagai angin lalu. Karena saya tahu, bahwa mengutarakan sesuatu karena hasil mendengar dengan pikiran kosong adalah sebuah kepura-puraan. Alangkah sungguh lebih bijak rasanya untuk mengatakan maaf karena kita tidak sanggup mendengar daripada berkata tanpa makna. Entah itu Dubai, Phuket, Maldives, Ibiza, atau Hanoi semuanya memang indah untuk didengar dan dipikirkan. Tapi bagaimana bila kita dipaksa untuk bisa paham dan mengerti? Itu sungguh akan sangat menyiksa dan menimbulkan rasa yang tidak nyaman. Mengapa kita harus memaksakan diri untuk meraba-raba dan membayangkan sesuatu yang belum pernah kita lihat sebelumnya? Toh kesadaran untuk menanggapi dan berkata “iya” ataupun “pernah” seringkali berakhir tragis dalam kenyataan bahwa kesemuanya itu hanya kesementaraan. Disini, disana, atau dimanapun, semuanya hanya tempat singgah sementara untuk raga kita. Lalu jiwa kita???

1 comment:

  1. busyet..chairil anwar angkatan milenium neh....:D

    setuju mas, saya orang yang paling g suka dikekang,,,,

    " IKUTILAH APA KATA HATIMU, DAN LIHAT APA YANG AKAN TERJADI SETELAH ITU!!!!!"

    ReplyDelete