18 August 2008

Technophile vs Technopreneur

Siapa suka boleh baca. Technophile itu adalah orang yang ahli dalam suatu teknologi; baik di bidang digital maupun non-digital. Sementara technopreneur adalah orang yang menjual pengetahuan akan suatu teknologi dalam sebuah seminar atau workshop; misalnya SEO (urgh, basi banget!), internet marketing, online business, blogging, dll. Keduanya sama-sama memiliki pengetahuan akan teknologi terbaru. Bedanya, bila technophile memanfaatkan teknologi untuk diaplikasikan dalam kehidupan mereka sendiri, technopreneur justru memanfaatkan teknologi yang mereka ketahui untuk dibagi bersama dengan orang lain. Well, keduanya bagus, hanya saja secara terbuka saya lebih suka dengan para technophile. Alasannya sederhana; karena dari pengalaman saya, meski para technophile pada umumnya memiliki sifat introvert, mereka adalah tipikal orang yang senang memberi pengetahuan secara gratis alias gak bersikap seperti orang yg mencari kesempatan dlm kesempitan. Sebaliknya, meski para technopreneur memiliki sifat extrovert dan berwajah ramah, mereka adalah tipikal orang yang bisa dibilang (ups, maaf) pelit dalam berbagi informasi. Bila anda berniat untuk mempelajari sesuatu darinya, secara sopan ia akan menyarankan anda untuk mengikuti seminarnya. Kalo cuma sebatas puluhan ribu sih mending, tapi kalo sdh sampai ratusan ribu hingga jutaan rupiah itu namanya sdh keterlaluan! Lagipula toh tidak semua trik dan tips diajarkan dalam seminar mereka. Kenapa? Ya iyalah, ”nek tak kei kabeh kan aku rugi” begitu dalihnya. Kadangkala, mencerdaskan bangsa dan membantu usaha kecil menengah juga acapkali menjadi alasan yang dibuat-buat untuk membenarkan alter-ego mereka. Pada awalnya sih saya merasa risih dengan bisnis yang mereka lakukan ini. Tetapi setelah dipikir matang-matang, saya kemudian menyimpulkan bahwa mereka kemungkinan tidak mempunyai keahlian lain selain menjual sertifikat seminar. Ya sudahlah, selama mereka tidak menyakiti dan merugikan orang lain seperti yang dilakukan oleh pengusaha perusak alam di kota Sidoarjo, saya rasa bisnis seminar dan workshop yg mereka lakukan tersebut sah-sah saja.

6 comments:

  1. hmmm..... kalo telematika ... :D biar kek om roy suryo gitchu..

    ReplyDelete
  2. hmmm.....emang kalo smua dihubungkan ama finansial agak repot bro....btw, kamu masuk golongan mana neh :D

    ReplyDelete
  3. hehehee...kayak master pesilat. ga akan ngajari semua jurusnya ya bro....(salam kenal)

    ReplyDelete
  4. well, memang yang down to earth itu menyenangkan...tp paling tidak selama para technopreneur itu bertindak secara halal ya kita masih harus menghargainya :)

    but, jangan lupa untuk selalu berbuat baik pada sesama juga ^_^

    ReplyDelete
  5. kalo soal entrepreneur ( secara luas nih ) sama smua. profiter!

    kalo secretnya dibuka, dijamin dia bakal gulung tikar. makanya pelit ilmu :)

    ReplyDelete
  6. tapi apakah istilah itu khusus untuk teknologi IT tok?

    ReplyDelete