20 June 2008

againts all odds

Tolong dikoreksi bila aku salah. Saat ini aku terkadang masih merasa bingung. Yaitu sama hal2 yg meski terlihat sepele tapi itu cukup menarik bagiku. Yah, mungkin kalian anggap hal2 itu gak penting untk dibahas. Entah karena gak menarik atw entah mungkin terlalu 'old school' bagi kalian. Seperti apa aja sih? Nih diantaranya; meskipun sdh ada email, masih sj ada orang yg berkiriman surat. Ini aku alamin waktu sku msh bkerja di travel agent dulu. Beberapa teman guide sebayaku yg kebetulan brkbangsaan Rusia masih mnggunakn kartu pos sbg media untuk brbagi cerita ketika mereka sedang mengunjungi daerah wisata di suatu negara. Entah alasan apa yg ada di balik benak mereka.... Hhm, mungkin krn mreka tipe orang yg mnggemari benda2 vintage ya. Atw mungkin juga mereka berpikir bahwa kartu pos dan surat itu sifatnya lbh konkret alias bisa dipegang, plus jg bersifat 'abadi' alias mudah disimpan, mudah dilihat, dan mudah dikenang. Jadi mereka ga perlu repot2 lg untuk ngidupin PC, connect to internet, login ke webmail, buka emailnya, dan download attachment-nya. Selain benda pos, ada lg yg bikin aku bingung; yaitu msh banyaknya orang yg membeli cd dan kaset meski sdh trdpt musik dlm format digital yg bisa dipilih sesuka hati dan didapatkan scr gratis. Toh jg gak ada guarantee kalo sluruh lagu yg trdpt dlm cd & kaset itu bakal mereka gemari. Jadi knapa musti buang2 uang untk beli barang yg blm tentu kita suka?

Selain itu, meski ada DVD, saat ini tampaknya orang masih jg suka pergi ke bioskop. Kalo untuk hal yg satu ini mungkin alasannya sdrhana; yakni faktor ktdksabaran. Atw bisa jg karena gengsi biar gak dbilang 'ketinggalan' alias gak 'up-to-date'. Nah itu di bidang film, untuk bidang ksehatan, meskipun jelas2 terpampang dgn huruf kapital bahwa "merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin", orang2 msh saja meracuni diri mereka dgn nikotin. Entah krn addicted, sugesti, atw untk proses sosialisasi, beragam alasan mereka lontarkan untk membenarkan 'hobi' mereka itu. Bahkan adapula yg dgn 'lugu'nya menjawab; "yah, kalo gw ga mrokok, ntar pabrik rokok tutup donk. Dgn mrokok brarti kan gw udh bantu memprluas lapangan pkrjaan". Hhm, sprtinya mreka gak tahu kalo pabrik2 rokok d tanah air ini sbagian besar sdh dimiliki pihak asing. Dan mreka mungkin gak nyadar kalo upah para buruh pabrik rokok itu kecil, plus pndpatn para petani cengkeh & tembakau pun juga gak sbrapa. Dan yg untung? Ya cm para pemilik modalnya aja!

Oh iya, ada satu lagi.... Meskipun setiap orang bisa melakukan exchange link dgn memberi komentar di setiap postingan artikel dan jg shoutbox, masih bnyk diantara mereka yg ngotot supaya namanya dimasukkan dlm blogroll. Padahal blm tentu orang yg blogwalking itu meng-klik nama2 yg tertera pd blogroll. Dan blm tentu pula page-rank blog mreka bakal mencuat. Well, ini lagi2 cuma skdar opini yg aku tulis untk membunuh waktu. So, no heart feeling ya....

6 comments:

  1. setubuh..........:)

    ReplyDelete
  2. Opini mu yang blogroll ada benarnya...

    ReplyDelete
  3. Hhm, pada setuju yak?
    Thanx deh kalo gitu ^^!
    makanya... drpd ribut2 minta exchange link lewat blogroll, kan mending bikin inbound link kaya gini... iya ngga?

    ReplyDelete
  4. Menarik banget pemikirannya.
    Komen dikit ya. Soal kartu pos dan surat, iya... Dulu sebelum ada internet, aku masih hoby koleksi perangko... Tapi sekarang ilang ya... Padahal perangko itu benda menarik untuk bisa jadi catatan sejarah.
    Sayang juga sih ya.

    Soal musik, problemnya aku liat di masalah hak cipta ya... Format digital kan gampang banget dicopy, dan yang bikin lagu jadinya ga dapet duit...

    Just a thought...

    ReplyDelete
  5. Ya deh, saya setuju sama opininya mas koekoeh

    ReplyDelete
  6. Kami sadar bahwasanya kami telah meracuni jutaan penduduk Indonesia dengan nikotin. Untuk itu, sebagai wujud permohonan maaf bagi bangsa Indonesia, kami telah mendirikan Sampoerna Foundation sebagai wujud corporate social responsibility.

    ReplyDelete