Pagi telah berdiri. Malam terusir lagi. Cerah dalam hati. Namun terganjal sunyi. Sayup unjuk gigi. Oleh tipisnya hakiki. Sigap untuk pergi. Meski tanya terhampiri. Kemana semua lari? Bosan oleh hari? Terpaksa oleh janji? Terpaku dalam sugesti? Semua ingin ini. Banyak mau begini. Sedikit mau beri. Hanyut dalam tapi. Ragu yang bernyanyi. Sudah biar basi. Rela melepas mimpi. Ikhlas menggadai misi. Keras mereduksi visi. Sebal tutupi gengsi. Jujur bualan terperi. Bisu yang terpatri. Masuk bingkai sanubari. Pelan menyusup rapi.
Dulu semua dusta. Kinipun juga biasa. Mereka juga rela. Tidak berubah bisa. Sanggup menjadi sisa. Karena senyawa durjana. Kotor itu sempurna. Bersih itu rahasia. Relatif itu kuncinya. Terpaut oleh siapa? Terganjal dalam dunia? Bingung meruap kemana? Rapuh mengobati cita? Jangan lantas merona. Mohon biarkan terbuka. Tertanggal tidak mengapa. Tertimbun pasti bahagia. Karena molekul bersama. Benih riang tercipta. Muncul oleh suka. Lahir oleh segala. Menutup tepian duka. Berjalan membuka rasa.
Apa kamu mau? Apa kamu tahu? Apa kamu baru? Apa kamu begitu? Dia kalah seru? Dia mau bantu? Dia ingin satu? Dia jadi haru? Oleh terkikisnya waktu? Tidak jangan berlalu. Biar sedihnya bertalu. Bukan karena tabu. Bukan lewat lagu. Cuma memang selalu. Terhambur dalam bisu. Terpasung oleh ragu. Teringkar karena kalbu. Oh janganlah tersipu. Oh berhentilah menggebu. Mereka ingin aku. Mereka ingin kamu. Biar udara membatu. Biar apinya membeku. Biar suara membiru. Yakin terbusung mampu. Kita pasti melaju.
Dulu semua dusta. Kinipun juga biasa. Mereka juga rela. Tidak berubah bisa. Sanggup menjadi sisa. Karena senyawa durjana. Kotor itu sempurna. Bersih itu rahasia. Relatif itu kuncinya. Terpaut oleh siapa? Terganjal dalam dunia? Bingung meruap kemana? Rapuh mengobati cita? Jangan lantas merona. Mohon biarkan terbuka. Tertanggal tidak mengapa. Tertimbun pasti bahagia. Karena molekul bersama. Benih riang tercipta. Muncul oleh suka. Lahir oleh segala. Menutup tepian duka. Berjalan membuka rasa.
Apa kamu mau? Apa kamu tahu? Apa kamu baru? Apa kamu begitu? Dia kalah seru? Dia mau bantu? Dia ingin satu? Dia jadi haru? Oleh terkikisnya waktu? Tidak jangan berlalu. Biar sedihnya bertalu. Bukan karena tabu. Bukan lewat lagu. Cuma memang selalu. Terhambur dalam bisu. Terpasung oleh ragu. Teringkar karena kalbu. Oh janganlah tersipu. Oh berhentilah menggebu. Mereka ingin aku. Mereka ingin kamu. Biar udara membatu. Biar apinya membeku. Biar suara membiru. Yakin terbusung mampu. Kita pasti melaju.
pertamax .. :)
ReplyDeleteeh premium aja ding pertamax kemahalan ;)
Keren Pak.. Salut.. Gaya bahasanya unik.. Salam Kenal Pak..
ReplyDeleteDalam banget ni kata2nya
ReplyDeletewaoOoo KERENN bngt kk katanya ^^ yUHUU yuKk lajuUu teyUsz pantang MentoK hEeee ^^ muup pis ...
ReplyDeletedulunya pernah sekolah di jurusan sastra ya.. bahasanya nyastra skale.. piss ah..
ReplyDeleteSalam
ReplyDeleteDuh Nyastra banget, salut Pa :)
salam
ReplyDeleteDuh nyastra banget nie bahasanya, Salut Pa..
Mercy.... Its so you. peace.
ReplyDeleteitu puisi ato sajak ato pantun ?
ReplyDeletehehehe
bukan puisi,
ReplyDeletebukan pula pantun,
cm skdar plepas rindu,
akan hangatnya dekap istriku.