08 May 2008

memperkosa kata

Satu jadi eka, dua jadi dwi, tiga jadi tri, empat jadi catur, lima jadi panca, dan seterusnya, dan seterusnya... Apa-apaan coba, semaunya sendiri mengkotak-kotakkan arti! Emang sih, spesifikasi itu mempermudah identitas diri, tapi apa ngga bosan? Lagian kan ada hak bagi setiap pribadi untuk berdikari! jadi knapa musti sama? Takut karena ngga punya teman? Afraid of being lonely? Well, it's normal. Tapi bukankah akan lebih indah bila ada perbedaan? Benar-benar berbeda, dalam arti yang sesungguhnya! Yah meskipun sebenarnya juga muncul tanpa arti. At least akan lebih indah, BUKAN variatif! Ok, ok, indah atw engga itu memang relatif. Tapi ada benang merah di setiap helai makna yang ada. Makna? Ya, makna dari kata indah itu sendiri! Meski ada ratusan, ribuan, jutaan, milyaran (aduh! lagi-lagi aku terjebak dalam kata2 ini!) interpretasi dan perspektif yang berbeda-beda, kesemuanya itu bisa dirangkai dan diambil kesimpulan menjadi sebuah arti, definisi, makna (tuh kan mulai lagi!) atw apalh terserah. Paling tidak, setiap kata ini (indah) terdengar, orang akan bisa dengan mudah mendapatkan visualisasi dalam pikiran mereka. "Gambaran" yang bersifat universal, yang tiap orang akan sulit untuk membantahnya. Jadi apapun bentuknya, isinya ya tetap sama! Lha wong sumbernya sama! Kan katanya kita asalnya satu, yah... lagi2 meskipun dipndang dari sudut yang berbeda jg sih! Yang satu bilang begini, yang satu bilang begitu. Masing-masing bersikeras pada teori yang mereka punya. Entah didapat secara hirarki, alami, kontemplasi, atw juga meneliti. Yang pasti, menspesifikasikan sesuatu itu pada dasarnya halal. Tiap orang boleh melakukannya. Asal, spesifikasi ini bisa diterima oleh khalayak; oleh massa dimana ia berada. Dan yang penting, bisa dipertanggung-jawabkan. Yah... paling tidak, spesifikasi itu ada untungnya juga. Kita jd mudah untuk membedakan sesuatu. Supaya tidak tertukar, tercampur, atw bahkan mungkin hilang?! Selain itu, [sistem] yang ada akan tetap terjaga. Mau bilang begini, begitu, atw yg paling baru; "begono", semuanya sah2 ajah! Bahkan mungkin ada yg tidak menyadari bahwa klasifikasi itu sebenarnya sama dengan ladang hoki! Makin banyak pengkotak-kotakkan, maka makin banyak pula keteraturan! Dan otomatis, semua berjalan sesuai rencana....

3 comments:

  1. bukannya malah satu dua tiga itu asalnya dari eka dwi tri yak??

    ReplyDelete
  2. Malu kalo baca ini..? inget nilai bhs. Indonesia ku yang buruk!!!

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete