"Why should I care with others, while they never care about me?". Sebuah kalimat yg dilontarkan seorang teman padaku perihal climate change. Kalimat ini begitu terngiang jelas dalam otakku hingga kini; datang dan pergi semaunya, menohok, menggelitik, membangunkan alam bawah sadarku. Aku pun berusaha untuk menjawab.
Ups, sepuluh menit berlalu.... Dan akhirnya sejam-pun juga terlewatkan. Hening, diam dalam keabsurdan. Aku bingung harus memulai dari mana. Bukannya ingin membela atw membenarkan pendapat temanku tersebut, tp hanya dihadapkan pada sebuah realita yg ada. Bahwa kadang orang sulit untuk memposisikan dirinya; antara menjadi seorang yg ideal atw idealis. Yah, gmana nggak. Para "pecinta lingkungan hidup" yg datang pd acara UNFCCC di Bali December 2007 silam juga sulit untk menunjukkan jati diri mereka yg sebenarnya. Entah benar2 datang untk "meyelamatkan dunia" atw untk "menikmati dunia". Yg jelas, mereka slm di Bali ga mau berpanas2an plus kecapekan. Mobilisasi hampir semua dgn kendaraan beremisi. Akomodasi-pun jg musti di kawasan bintang lima Nusa Dua. Soal konsumsi? Hhm... jgn ditanya. Hmpir smua menu brasal dari chef terkemuka. Dan entah brp $$$$$ yg sudah digelontorkan. Pdhal kan sbnrnya bisa dialokasikan untk memprbaiki fasilitas pendidikan yg udh rusak, mempbaharui alat2 medis yg udh gak up-to-date, mengganti pmbngkit listrik yg konvensional dgn teknologi solar cell, memberikan penyuluhan ke daerah2 trpncil & trtinggal tentang pelestarian alam, mengadakan workshop kpd para tuna karya, dan seterusnya dan seterusnya.
Tapi kemudian aku teringat akan pesan Ibu swaktu aku kecil; "kezaliman jgn dibalas dgn kezaliman". Bila ada yg berbuat salah, jgn lantas menutup mata dan ikut2an berbuat salah. Jangan takut menjadi beda! Jadilah seorang idealis yg ideal. Ada banyak cara yg bisa dlakukan. Mulai dari diri sndiri. Mulai dr hal yg kecil. Dan mulai saat ini di tmpt kau brdiri. Singkatnya; think globally, act locally, feel totally. Buktinya? Ada banyak! Salah satunya; Steve Jobs!
Nah, esoknya, stlah melalui prdbatan yg sengit antara hati dgn pikiran, plus dibuai akan rasa haus untk berbicara, akhirnya aku pun memberanikan diri untuk menjawab. "Singkat bro; LDR alias lihat, dengar, rasakan." jawabku padanya. "Maksudnya?" balasnya dgn pnasaran. "Gampang. Pernah dgr First Aid / CPR? Kalo kamu prnah baca bukunya atw ikut training-nya, pasti kamu bisa ngerti apa yg aku maksud." Bukan! Bukannya aku nge-les. Tp aku cm mau ngajak kmu BERPIKIR. Memaknai apa yg tersirat dibalik yg tersurat. Itu aja kok. Gak lebih, gak kurang.
Ups, sepuluh menit berlalu.... Dan akhirnya sejam-pun juga terlewatkan. Hening, diam dalam keabsurdan. Aku bingung harus memulai dari mana. Bukannya ingin membela atw membenarkan pendapat temanku tersebut, tp hanya dihadapkan pada sebuah realita yg ada. Bahwa kadang orang sulit untuk memposisikan dirinya; antara menjadi seorang yg ideal atw idealis. Yah, gmana nggak. Para "pecinta lingkungan hidup" yg datang pd acara UNFCCC di Bali December 2007 silam juga sulit untk menunjukkan jati diri mereka yg sebenarnya. Entah benar2 datang untk "meyelamatkan dunia" atw untk "menikmati dunia". Yg jelas, mereka slm di Bali ga mau berpanas2an plus kecapekan. Mobilisasi hampir semua dgn kendaraan beremisi. Akomodasi-pun jg musti di kawasan bintang lima Nusa Dua. Soal konsumsi? Hhm... jgn ditanya. Hmpir smua menu brasal dari chef terkemuka. Dan entah brp $$$$$ yg sudah digelontorkan. Pdhal kan sbnrnya bisa dialokasikan untk memprbaiki fasilitas pendidikan yg udh rusak, mempbaharui alat2 medis yg udh gak up-to-date, mengganti pmbngkit listrik yg konvensional dgn teknologi solar cell, memberikan penyuluhan ke daerah2 trpncil & trtinggal tentang pelestarian alam, mengadakan workshop kpd para tuna karya, dan seterusnya dan seterusnya.
Tapi kemudian aku teringat akan pesan Ibu swaktu aku kecil; "kezaliman jgn dibalas dgn kezaliman". Bila ada yg berbuat salah, jgn lantas menutup mata dan ikut2an berbuat salah. Jangan takut menjadi beda! Jadilah seorang idealis yg ideal. Ada banyak cara yg bisa dlakukan. Mulai dari diri sndiri. Mulai dr hal yg kecil. Dan mulai saat ini di tmpt kau brdiri. Singkatnya; think globally, act locally, feel totally. Buktinya? Ada banyak! Salah satunya; Steve Jobs!
Nah, esoknya, stlah melalui prdbatan yg sengit antara hati dgn pikiran, plus dibuai akan rasa haus untk berbicara, akhirnya aku pun memberanikan diri untuk menjawab. "Singkat bro; LDR alias lihat, dengar, rasakan." jawabku padanya. "Maksudnya?" balasnya dgn pnasaran. "Gampang. Pernah dgr First Aid / CPR? Kalo kamu prnah baca bukunya atw ikut training-nya, pasti kamu bisa ngerti apa yg aku maksud." Bukan! Bukannya aku nge-les. Tp aku cm mau ngajak kmu BERPIKIR. Memaknai apa yg tersirat dibalik yg tersurat. Itu aja kok. Gak lebih, gak kurang.
No comments:
Post a Comment