Hampir semua orang Indonesia tahu apa itu tipat alias ketupat. Yup, makanan yang biasanya menjadi icon perayaan hari raya lebaran ini tidak saja lezat dari sisi rasa, tetapi lezat juga dari sisi rupa? Bagaimana tidak lezat, perhatikan saja bentuknya dan proses pembuatannya yang unik. Terbungkus oleh janur alias helai daun kelapa yang dianyam secara tepat, hingga tercipta sebuah kantung yang tertutup erat, guna menampung beras yang nantinya akan melekat, merapat pada dinding persegi empat, dan kemudian mengembang merona menjadi tipat. Wow, sungguh hebat!
Nah, ngomong2 soal tipat, saya tiba2 teringat dengan sebuah poster yang terpampang di sebuah toko cd & cassette. Di poster tersebut tergambar seorang pria memegang sebuah gitar akustik dengan senyummya yang khas simpatik. Weits, tapi tunggu dulu. Ada yang aneh dari gambar tersebut. Setelah deperhatikan dgn seksama, saya sepertinya mengenal pria tersebut. Dan ternyata... ups, tdk disangka beliau adalah kepala negeri ini ^^! Hhm, kira2 knapa ya beliau sampai berbuat (maaf) senekat itu? Apakah gaji sebagai orang #1 di negara ini tidak cukup? Atw itu cm secuil dari alter ego yang ia miliki sebagai manusia biasa? Tapi, apakah ini tepat? Apa beliau tidak takut kredibilitasnya akan dipertanyakan? Bukankah jabatan setinggi itu adalah sebuah amanah? Bukankah untuk meraih jabatan tersebut tidaklah mudah? Kok sepertinya disia-siakan ya? Padahal kalo dipikir-pikir, memperoleh jabatan tersebut sama halnya dengan memperoleh kepercayaan dari rakyat. Layaknya tipat yang dinanti kemunculannya setiap Hari Raya Lebaran, figur seorang pemimpin yang bijak sangat dinanti oleh bangsa ini setiap lima tahun sekali. Sungguh sayang bila kelezatan tipat yang diharap sekian lama, ternyata akan terasa sepat, hambar tak berasa.
Nah, ngomong2 soal tipat, saya tiba2 teringat dengan sebuah poster yang terpampang di sebuah toko cd & cassette. Di poster tersebut tergambar seorang pria memegang sebuah gitar akustik dengan senyummya yang khas simpatik. Weits, tapi tunggu dulu. Ada yang aneh dari gambar tersebut. Setelah deperhatikan dgn seksama, saya sepertinya mengenal pria tersebut. Dan ternyata... ups, tdk disangka beliau adalah kepala negeri ini ^^! Hhm, kira2 knapa ya beliau sampai berbuat (maaf) senekat itu? Apakah gaji sebagai orang #1 di negara ini tidak cukup? Atw itu cm secuil dari alter ego yang ia miliki sebagai manusia biasa? Tapi, apakah ini tepat? Apa beliau tidak takut kredibilitasnya akan dipertanyakan? Bukankah jabatan setinggi itu adalah sebuah amanah? Bukankah untuk meraih jabatan tersebut tidaklah mudah? Kok sepertinya disia-siakan ya? Padahal kalo dipikir-pikir, memperoleh jabatan tersebut sama halnya dengan memperoleh kepercayaan dari rakyat. Layaknya tipat yang dinanti kemunculannya setiap Hari Raya Lebaran, figur seorang pemimpin yang bijak sangat dinanti oleh bangsa ini setiap lima tahun sekali. Sungguh sayang bila kelezatan tipat yang diharap sekian lama, ternyata akan terasa sepat, hambar tak berasa.
hahaha.. oke juga tuh ngebandingin RI-1 dengan tipat. munculnya musiman, he he..
ReplyDeleteStudi komparatif....
ReplyDeletehehehe boleh juga... iya nih, harapan yang sia2 jadinya kalau jadi sepat. Yang ada malah melahirkan kekecewaan.